Tiga Tingkatan Nafsu Manusia

27 07 2010

Di dalam Al-Qur’an disebutkan 3 tingkatan nafsu manusia, yaitu nafsu ammarah, nafsu lawwamah, dan nafsu mutmainah.

NAFSU AMARAH (Q.S.Yusuf: 53)

”Dan aku (Zulaecha/Yusuf ?) tidak dapat membebaskan diriku dari tuduhan tidak berkhianat kpd-Nya, karena nafsu-amarah itu selalu merangsang untuk berbuat kejahatan; kecuali nafsu yg disayangi oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Penyayang”.

Nafsu Amarah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang belum terkendali.

Manusia yang memiliki nafsu amarah sepanjang hidupnya akan dikendalikan oleh hawa nafsunya…dan manusia semacam ini tak ubahnya seperti binatang….naudzubillah.

NAFSU LAWWAMAH (Q.S. Al-Qiyamah: 1–2)

”Aku (Allah) bersumpah dengan hari kiamat. Dan Aku bersumpah dg nafsu lauwamah” .

Nafsu Lawwamah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang berusaha dikendalikan sesuai perintah Tuhan.

Manusia yang memiliki nafsu lawwamah mereka akan labil. Di satu saat dia mengikuti akalnya, di saat yang lain dia mengikuti nafsunya. Namun kecenderungannya dia akan mengikuti nafsunya lebih besar daripada akalnya.

NAFSU MUTMAINNAH (Q.S. Al-Fajri: 27-30 )

“Wahai nafsul mutmainah (jiwa yang tenang), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.”

Nafsu Mutmainah adalah potensi/dorongan/hasrat/nafsu yang sudah terkendali/sesuai perintah Tuhan.

Manusia yang memiliki nafsu mutmainah nafsunya akan selalu mengikuti akalnya sehingga ia selalu berhati-hati tidak terburu-buru dan gegabah menuruti keinginan nafsunya. Manusia-manusia inilah yang diseru Allah untuk memasuki surga-Nya. Subhanallah…alangkah indahnya manusia yang memiliki nafsu mutmainah, bahkan Allah Ta’ala pun memanggil-manggil mereka untuk masuk dalam surga-Nya.

Sobats…apakah pada saat ini kita masih menjadi tuan bagi nafsu kita? Apakah kita pada saat ini masih diperbudak nafsu kita. Yuuuuuks kita melihat kembali ke dalam kehidupan sehari-hari…

Sobats…nafsu amarah…lawwamah bisa jadi akan terus memperbudak kita jika kita tidak terus memaksa diri kita untuk memiliki nafsu mutmainah.

Berikut dalam Al Qur’an Surat As Sajdah (32) 15-16 disebutkan bagaimana orang-orang beriman telah memaksa nafsu mereka:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Kami mereka menyungkur sujud dan bertasbih memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Allah dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”

Oleh karena itu….mari sobats…untuk diri saya terutama….marilah kita terus berusaha membina nafsu kita menjadi nafsu mutmainah. Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan yang mendapat panggilan Allah untuk memasuki surga-Nya.

Amin Ya Rabbal Alamin.


Actions

Information

2 responses

28 07 2010
Anita Triana

mba Reni..senengnya bisa bertamu di sini. Tentang nafsu amarah, lawwamah, kerap kita miliki….manusiawi kan mba..? Tapi alkhamdulillah..selama ini kita masih bisa mengendalikan dan selanjutnya kita upayakan yang kita adalah nafsu mutmainnah…terkendali oleh akal supaya kita bisa selamat dunia dan akhirat. Amin

29 07 2010
rrosari

Alhamdulillah…mudah-mudahan kita termasuk manusia yang memiliki nafsu mutmainah ya mba anita…Amin. Jazakallah khairan kathira sudah mampir untuk ketemu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: