APAKAH SURGA ALLAH YANG KITA INGINKAN??

3 06 2010

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu, dan kepada Syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa”.
(QS. Ali Imran: 133)

“Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan syurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya”
(QS. Al-Hadiid : 21)

Subhanallah…semua orang tentunya ingin masuk surga-Nya Allah Swt.

Gambaran kerinduan dan keinginan yang “sangat” dari seorang hamba untuk dapat masuk ke dalam surga-Nya Allah digambarkan sangat apik dan menyentuh oleh Abu Nawas (Abu Ali al-Hasan ibnu Hani al-Hakami), seorang sufi besar sekaligus penyair Islam termasyhur pada zaman kekuasaan Sultan Harun al Rasyid al Abassi (khalifah pada masa Dinasti Abasiyah tahun 786-809).

Ilahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwa ‘ala naril jahimi
Fahabli taubatan wagfir dzunubi, fainnaka ghafirudz dzanbil ‘adzimi…

Ya Allah…tidak layak hamba-Mu ini masuk ke dalam surga-Mu
Namun, hamba tiada kuat menerima siksa panas neraka-Mu
Maka, hamba mohon terimalah taubat hamba dan ampunilah atas dosa-dosa hamba
Sesungguhnya, Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa…

Dzunubi mitslu a’dadir rimali, fahabli taubatan ya dzal jalali
Wa ‘umri naqishu fu kulli yaumi, wa dzanbi zaidun kaifa htimali

Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai
Maka anugerahilah hamba taubat, wahai yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari
Sementara, dosa-dosa hamba selalu bertambah, apalah dayaku….

Ilahi ‘abdukal ‘ashi ataka, muqirran bi dzunibi wa qad di’aka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun, wain tadrud faman narju siwaka

Ya…Allah hamba-Mu penuh maksiat, yang datang kepada-Mu bersimpuh memohon ampunan
Seandainya Engkau mengampuni dosa-dosa hamba, memang Engkau adalah Pemilik Ampunan
Tetapi seandainya Engkau menolak taubat hamba, maka kepada siapa lagi hamba memohon ampunan selain hanya kepada-MU?

Semuanya tersebut…terkait dengan surga dan neraka ternyata hanya Allah sajalah yang Mengetahui akan kemanakah kita para hambaNya nanti akan berada, karena ternyata surga dan neraka adalah hak prerogatif Allah.

Setiap hamba yang masuk ke dalam surga-Nya adalah karena ridho yang diberikan-Nya kepada hamba-Nya tersebut.

Jadi sebenarnya kita dapat masuk ke dalam surga-Nya Allah bukanlah karena amalan kita sendiri, tetapi karena ridho yang diberikan-Nya kepada kita.

Oleh karena itu,…menjadi lebih tepat apabila kita beribadah bukan untuk mendapat surga-Nya Allah tetapi untuk mendapat ridho-Nya Allah semata.

Seperti dituturkan dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a dari Nabi Saw. (bawasanya) beliau bersabda,

“(Suatu saat) surga dan neraka berdebat.
Neraka berkata, ‘Padaku orang-orang yang kejam dan sombong.’
Surga berkata, ’Padaku orang-orang yang lemah (tertindas) dan miskin.’
Kemudian Allah memberi keputusan kepada keduanya,
‘Sesungguhnya engkau, surga, adalah tempat rahmat-Ku. Aku memberi rahmat denganmu kepada siapa saja yang Ku-kehendaki.
Dan sesungguhnya engkau, neraka, adalah tempat siksaan-Ku.
Aku menyiksa denganmu kepada siapa saja yang Ku-kehendaki; dan bagi setiap kalian berdua Aku akan memenuhinya.’”

(Hadis ini dituturkan oleh Muslim).
diambil dari sumber: Mutiara Riyadhushshhalihin (Imam Al-Nawawi).

Janji Allah adalah benar.
Surga dan neraka adalah benar juga adanya.

Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada
(Chrisye)

Apakah kita semua
Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya
Atau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surga

Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkan kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya

Bisakah kita semua
Benar-benar sujud sepenuh hati
Kar’na sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja

Dituturkan dari Hudzaifah dan Abu Hurairah r.a. (yang) berkata (bahwasanya) Rasulullah Saw. bersabda,

“Allah Yang Maha Pemberi Berkah lagi Maha Tinggi kelak akan mengumpulkan semua manusia. Kemudian orang-orang beriman berdiri dan berada di dekat surga.

Mereka lantas datang kepada Nabi Adam a.s. dan berkata, ‘Wahai moyang kami, bukakanlah pintu surga itu untuk kami.’

Jawabnya,’Bukankah yang mengeluarkan kalian dari surga adalah dosa moyang kalian? Datanglah kalian kepada putraku, Ibrahim, Kekasih Allah.’”

Kata Rasulullah Saw. (selanjutnya), “Mereka pun datang kepada Nabi Ibrahim.

Tetapi ucapnya,’Saya bukanlah orang yang berhak untuk itu. Saya sebagai kekasih berada di belakang sekali. Datanglah kepada Musa yang Allah berfirman langsung kepadanya.

‘Mereka pun datang kepada Nabi Musa. Tetapi ucapnya,’Saya bukanlah orang yang berhak untuk itu. Datanglah kepada Nabi Isa, kalimat dan ruh Allah.

‘Ucap Isa,’Saya bukanlah orang yang berhak untuk itu.’ Mereka lalu mendatangi Nabi Muhammad Saw.

Beliau pun berdiri dan mendapatkan izin (untuk memberi syafaat).

Kemudian amanat dan kasih sayang dilepaskan, sehingga keduanya berada di sebelah kanan dan kiri titian (yang menuju ke surga). Maka lewatlah orang pertama, salah seorang diantara kalian, bagaikan kilat.’”

Saya (Hudzaifah) bertanya,”Demi ayah dan ibu, apakah ada sesuatu yang jalannya seperti kilat?”

Jawab beliau,”Bukankah kalian melihat betapa cepat jalan orang itu: hanya sekejap mata. Kemudian berlalulah orang yang melintasinya bagaikan angina, kemudian orang yang melintasinya bagaikan terbangnya burung dan orang yang melintasinya bagaikan larinya seseorang yang sangat kencang. Semua itu bergantung pada amal perbuatan mereka.

Sedangkan Nabi kalian, Muhammad Saw., (saat itu) sedang berdiri di atas titian seraya berdoa, ‘Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah’ sampai tiba giliran orang-orang yang sangat sedikit amal kebajikannya, bahkan sampai datang seseorang yang tidak bisa berjalan, melainkan dengan merangkak.

Di kedua tepi titian itu tergantung alat-alat yang terbuat dari besi yang diperintahkan untuk mengambil orang-orang yang diperintahkan untuk diambil, kemudian ada orang yang terluka, tetapi selamat, dan ada orang yang dicabik-cabik lantas dilemparkan ke dalam api neraka. Demi Zat yang jiwa Abu urairah berada dalam genggaman-Nya, sungguh dasar Neraka Jahannam itu sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”

(Hadis ini dituturkan oleh Muslim).
diambil dari sumber: Mutiara Riyadhushshhalihin (Imam Al-Nawawi).

Wallahualam bishawab….
Mudah-mudahan kita para hamba-Nya dapat masuk ke dalam surga-Nya karena ridho-Nya kepada kita….

Amin Ya Rabbal ’Alamiin.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: