Menjalin Hubungan Kekeluargaan Yang Lebih Baik dan Akrab

16 06 2010

Alangkah bahagianya kalau kita memiliki hubungan keluarga yang terjalin dengan baik dan akrab.

Mempererat hubungan kekeluargaan adalah sesuatu yang kita dambakan dan itu diperintahkan di dalam Al Qur’an dan Al Hadist.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduuanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Q.S. An-Nisa`:1)

“Dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang”. (Al-Balad: 17)

Pernah suatu saat sahabat bertanya,” Siapakah orang yang terbaik itu? Rasulullah saw menjawab,” Yang terbaik adalah di antara mereka yang bertaqwa kepada Allah, tererat hubungan dengan keluarganya, terbanyak mengajak kepada kebaikan dan terbanyak melarang kemungkaran.” (HR.Ahmad dan Thabrani).

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah hubungan silaturrahim, shalatlah diwaktu malam sementara orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim).

Meskipun demikian, dalam praktek kehidupan nyata, manusia tidak ada yang sempurna. Kadang pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan perilaku-perilaku negatif antar keluarga menyebabkan hubungan kekeluargaan menjadi tidak dapat terjalin dengan baik dan akrab.

Beberapa hal berikut bisa menjadi “PR” bagi kita bersama para keluarga yang ingin mempererat hubungan keluarga menjadi lebih baik dan akrab. Allahuma Amin.

1. Dalam segala kebaikan, diutamakan untuk mendahulukan sanak-keluarga yang terdekat, terutama orang tua.
Ayah dan ibu adalah keluarga terdekat yang memiliki jasa dan kasih sayang yang besar dan tidak terhingga. Oleh karena itu wajib bagi seorang anak untuk mencintai, menghormati dan berbuat baik kepada ayah dan ibunya. Apabila jika mereka faqir, maka menjadi kewajiban pertama kita anaknya untuk membantunya. Setelah itu, keluarga kita yang lain seperti paman, bibi, kakak, adik, keponakan, dan setelah itu baru orang lain yang seiman. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra dari Nabi Saw :

Hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:
“Apakah kamu tidak sadar bahwa paman seseorang adalah saudara bapaknya”.

Barra’ bin Azib bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:
Saudara perempuan ibu (bibi) memiliki kedudukan seperti ibu”. (Muttafaq ’alaih)
Dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda:
Saudara perempuan ibu (bibi) adalah ibu”. (HR. Ath-Thabrani)

2. Selalu yang diingat adalah kebaikan sanak keluarga kita, karena tanpa mereka mungkin kita tidak akan berarti.

3. Mengetahui dan menghafal garis keturunan (nasab) dan nama-nama seluruh keluarga kita.
Dimulai dari kakek dan nenek kita ke atas sampai kepada keturunan-keturunan mereka. Oleh karena itu alangkah baiknya kalau kita bisa membuat diagram silsilah keluarga, sehingga bisa dilihat dan diingat oleh generasi penerus dan mereka dapat tetap melanjutkan tali silaturrahmi meskipun nanti kita telah meninggal dunia.

4. Jangan sekali-kali menyakiti, menzhalimi dan berbuat buruk kepada sanak keluarga kita. Alangkah idealnya kalau kita justru bisa menjadi solusi untuk memecahkan berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh sanak keluarga kita.

Dari Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:
Barangsiapa yang ingin sekali diluaskan rezkinya, ditambah umurnya (diberkahi), maka hendaklah ia menyambungkan rahimnya (menyambungkan tali persaudaraannya).” (HR.Bukhari dan Muslim).

” Sedekah kepada orang miskin adalah sedekah (sebagaimana biasa) , sedang sedekah kepada orang yang masih ada hubungan kekeluargaan dengannya adalah merupakan sedekah dan mempererat hubungan.” (HR.Tirmidzi dan Nasa’i)

5. Jangan memutus tali silahturahmi keluarga.
Rasulullah Saw bersabda:
” Dua kelakuan manusia yang dapat menyebabkan kafir, yaitu menghina keturunan nasab dan tersedu-sedu menangisi orang mati.” (HR.Muslim)

“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan siksanya oleh Allah kepada pelakuknya di dunia di samping yang disiapkan untuknya di akhirat nanti, selain dari pada perbuatan bahgyu’ zalim atau aniaya dan memutuskan silaturrahmi.” (HR.Ibnu Majah dan Tirmidzi)

“Tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan, Sufyan berkata dalam riwayatnya: yakni memutuskan tali persaudaraan ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Demikian…kebenaran hanya milik Allah SWT, manusia tentunya tempat salah dan lupa.
Mudah-mudahan kita bisa menjalin hubungan kekeluargaan lebih baik dan lebih akrab.
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan dan memperingan langkah kita untuk meraih yang lebih baik.
Amin YRA.

Hanya dibutuhkan niat, kemauan dan usaha yang keras dari semua pihak yang berkepentingan agar semuanya bisa terwujudkan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: