YUUUUK BERILMU…

5 08 2010

APA SIH KEUTAMAAN BERILMU?

Ilmu (knowledge) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia (http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu).

Menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi setiap dari kita yang mengaku sebagai seorang muslim, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW.:

“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.” (HR.Bukhari).

Bagi siapa yang memiliki ilmu, maka dia menjadi seseorang mulia, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah.

PERNYATAAN DI DALAM AL QUR’AN

a. QS. Al Mujaadilah: 11

” ….Allah akan meninggikan (mengangkat derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

b. QS. Az-Zumar: 9

Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”

c. QS.Fathir: 28

“Diantara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama”.

d. QS. Al- Ankabut:43

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”.

PERNYATAAN DI DALAM HADITS

a. Al Bukhari dan Muslim (diambil dari Mutiara Riyadhushshalihin)

*) “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka dia dipandaikan dalam ilmu agama”

*) “Tidak diperkenankan merasa iri (terhadap orang lain) kecuali dalam dua hal. Yaitu, terhadap seseorang yang dikaruniai Allah harta kekayaan, kemudian harta itu dipergunakannya untuk membela kebenaran, dan terhadap seseorang yang dikaruniai ilmu, kemudian ilmu itu diamalkan dan diajarkannya”.

*) “Barang siapa yang melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR. Muslim)

*) “Barang siapa yang mengajak orang ke arah petunjuk (kebajikan), maka dia mendapat pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun”. (HR. Muslim)

*) “Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara. Yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR. Muslim)

*) “Barang siapa yang keluar (rumah) dengan tujuan untuk menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah hngga kembali”. (HR. Al-Tirmidzi)

*) “Kelebihan orang yang berilmu atas orang yang tekun beribadah (tetapi tidak berilmu) adalah laksana kelebihanku terhadap orang yang paling rendah diantara kalian”. Sabda Rasulullah SAW. selanjutnya, “Sungguh, Allah, malaikat, dan penghuni langit dan bumi, sampai-sampai semut yang berada di sarangnya dan juga ikan, senantiasa memintakan rahmat kepada orang yang mengajarkan kebajikan kepada manusia”. (HR. Al-Tirmidzi)

*) “Barang siapa yang melakukan perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga. Sungguh, malaikat membentangkan sayapnya untuk (menaungi) orang yang menuntut ilmu, karena puas dengan apa yang dilakukannya, danpenghuni langit dan bumi, sampai ikan yang ada di lautanpun, senantiasa memohonkan ampun kepada orang yang berilmu. Kelebihan orang yang berilmu atas orang yang tekun beribadah adalah bagaikan kelebihan bulan purnama terhadap bintang-bintang yang lain. Sungguh, para ilmuwan adalah ahli waris nabi-nabi dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham (kekayaan duniawi). Tetapi, para nabi mewariskan ilmu pengetahuan. Karena itu, barangsiapa yang mengambil bagian (dalam menuntut) ilmu, maka dia telah mengambil bagian yang sempurna”. (HR. Abu Dawud dan Al Tirmidzi).

*) “Barang siapa yang mempelajari ilmu pengetahuan yang seharusnya ditujukan mencari ridha Allah SWT., kemudian dia tidak mempelajarinya untuk mencari ridha Allah, malah hanya untuk mendapatkan kedudukan/kekayaan duniawi, maka dia tidak akan mendapatkan semerbak surga pada hari kiamat kelak”. (HR. Abu Dawud)

*) “Sungguh Allah tidak akan mencabut ilmu pengetahuan dengan begitu saja dari orang-orang yang memilikinya. Namun, Allah mencabut ilmu dengan matinya orang-orang yang berilmu. Hingga ketika tiada lagi orang yang berilmu, orang-orang akan mengangkat orang-orang yang bodoh untuk menjadi pemimpin. Apabila mereka ditanya sesuatu, mereka menjawabnya tidak berdasarkan ilmu pengetahuan, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.

b. Aisyah ra.

“Saya bertanya: Wahai Rosululloh, dengan apakah manusia mendapatkan keutamaan di dunia?
Jawabnya: Dengan akal!
Saya bertanya: dan di akhirat?
Jawabnya: Dengan akal!
Saya bertanya: Tidakkah mereka dibalas sesuai dengan amalnya ?
Beliau bersabda: Hai Aisyah, bukankah mereka beramal tidak lain kecuali dengan akal yang diberikan Allah; maka dengan kadar akal yang diberikan kepada mereka tersebut maka amal mereka itu ada; dan dengan kadar amal yang mereka kerjakan tersebut mereka dibalas”.

ILMU YANG BERMANFAAT

Kita mengetahui bahwa ilmu itu begitu luas, kita tidak akan pernah kehabisan ilmu apabila kita terus mempelajarinya. Seperti yang Allah firmankan,

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat (ilmu dan hikmah) Allah. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana.” (QS Lukman: 27)

Ilmu yang bisa kita temui sangat banyak di dunia ini, mulai dari yang bermanfaat hingga yang tidak bermanfaat. Tentunyalah ilmu yang kita cari adalah ilmu yang dapat memberikan banyak manfaat.

Seperti disebutkan dalam hadits bahwa ilmu yang wajib dituntut adalah ilmu yang bermanfaat. Yang bukan hanya benar, tapi juga dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan dapat memberi kebahagiaan bagi kita, keluarga, dan masyarakat baik di dunia mau pun di akhirat.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara. Yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya”. (HR. Muslim)

Rasulullah SAW bahkan pernah memohon dalam doanya, “Allaahumma inni a’uudzubika min ‘ilmin laa yanfa’u”. ‘Ya, Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.’

Di dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Daud a.s.
Firman Allah, “Wahai, Daud. Pelajarilah olehmu ilmu yang bermanfaat.”
“Ya, Rabbi. apakah ilmu yang bermanfaat itu ? ” tanya Nabi Daud.
“Ialah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui keluhuran, keagungan, kebesaran, dan kesempurnaan kekuasaan-Ku atas segala sesuatu. Inilah yang mendekatkan engkau kepada-Ku.”

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Ar Rabi-i’, Rasulullah SAW bersabda, “Tuntutlah ilmu. Sesungguhnya, menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wa Jalla, sedangkan Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shadaqah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat.”

Jadi, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menyebabkan kita semakin dapat mengenal Allah, yang dapat kita amalkan, yang membuat kita rendah hati serta terhindar dari sifat takabur…

SEBARKAN ILMU YANG BERMANFAAT

Dimanapun kita berada…sebarkanlah ilmu yang kita miliki untuk memberikan banyak manfaat. Meskipun ilmu kita sedikit, kalau disebarkan, itu lebih baik daripada ilmu kita yang menggunung tetapi tidak disebarkan.

Diajarkan di dalam Islam bahwa seberapapun ilmu yang kita miliki, kita harus menyebarkannya. Bahwa kewajiban menyebarkan ilmu berlaku bagi kita semua sebagai individu, seberapapun ilmu yang kita miliki.

Ada sebuah pepatah Arab yang menjelaskan konsepsi ini dengan baik,
“Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.”

Jadi ilmu yang banyak, kalau tidak diamalkan dalam dunia nyata, tentu ilmu itu hanya akan menjadi pohon besar yang tidak ada buahnya, padahal manusia butuh buah, hewan juga butuh buah untuk kehidupan mereka.

Allah berfirman terkait dengan perintah menyebarkan ilmu:

“Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang diberi kitab (yaitu), hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya.”(QS. Ali Imron:187)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk , setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela’nati.” (QS. Al Baqarah:159).

Hadits Rasulullah Saw.:

Sampaikanlah DARIKU (yakni dari Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam) walau hanya satu ayat” (HR. Al-Bukhari 3/1275 no 3274)

Lebih lengkapnya:

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata. Sesungguhnya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam telah bersabda : “Sampaikanlah dariku meskipun satu ayat, dan ceritakanlah tentang Bani Israil dan tidak ada keberatan (yakni berdosa), dan barangsiapa yang berdusta atas (nama) ku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka”.

“Sungguh, Allah, malaikat, dan penghuni langit dan bumi, sampai-sampai semut yang berada di sarangnya dan juga ikan, senantiasa memintakan rahmat kepada orang yang mengajarkan kebajikan kepada manusia”. (HR. Al-Tirmidzi)

“Barang siapa yang mengajak orang ke arah petunjuk (kebajikan), maka dia mendapat pahala sebanyak pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun”. (HR. Muslim)

Dalam upaya menyebarkan ilmu yang kita miliki, banyak sekali cara yang bisa kita lakukan. Diantaranya bisa ketika kita berada di kelas, di forum-forum pertemuan baik pertemuan ilmiah maupun pertemuan sosial, di kampus, tulisan-tulisan, ataupun pesan-pesan singkat yang kita kirimkan pada teman-teman kita. Tidak jarang, mereka yang membaca tulisan-tulisan kita bisa menjadi sadar dan seperti diingatkan kembali untuk tetap berada dalam jalur hidup yang benar, sehat dan baik.

Oleh karena itu yuuuk kita berusaha untuk bisa menyebarkan ilmu yang kita miliki, paling tidak untuk diri kita sendiri dan lingkungan terdekat kita; suami, istri, anak-anak, orang tua, kakak, adik, saudara, teman, tetangga. Ilmu yang kita sebarkan tentunya ilmu yang baik, yang bermanfaat, dan yang dapat mengajak pada kebaikan demi kebaikan.

Wallahualam bi shawab.

Jika ada kebenaran dari yang saya tuliskan adalah mutlak dari Allah semata, tetapi jika ada kesalahan dari yang saya tuliskan tentunya dari diri saya pribadi sebagai manusia biasa gudangnya salah dan lupa.

Dan katakanlah:”Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku”. (QS. Tha Ha:114).

Amin Ya Rabbal Alamin.


Actions

Information

2 responses

2 03 2012
HENDRIPUTRA

assalamualaikum..umi..terimakasih kajianmu tlah kubaca, luar biasa! semoga umi diberikan kekuatan dari NYA terus berkarya menyebarkan ilmu demi kemaslahatan umat amiiin ..

2 03 2012
rrosari

Waalaikusalam wr.wb …Alhamdulillah…jazakallah khairan kathiro amin 99x YRA untuk doanya…semoga doa yang dipanjatkan mas Hendriputra akan kembali kepada yang memanjatkan, Amin YRA…:) Wassalamualaikum wr.wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: