APA YANG SEMESTINYA KITA LAKUKAN JIKA USIA KITA SUDAH MENCAPAI ≥ 40 TAHUN?

19 11 2010

Sering kita mendengar banyak yang mengatakan “Life begins at Forty”…bagaimana sesungguhnya yang diajarkan dalam Islam, apa yang justru semestinya dilakukan oleh kita-kita yang sudah mencapai umur 40 tahun atau lebih?

Dalam Al Qur’an Surat Al-Ahqaaf ayat 15, difirmankan oleh Allah:

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga
apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai EMPAT PULUH TAHUN ia berdo’a:
“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk MENSYUKURI NIKMAT yang Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat BERBUAT AMAL YANG SALEH yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan (MEMBERIKAN KEBAIKAN) KEPADA ANAK CUCUKU. Sesungguhnya aku BERTAUBAT kepada Egkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang BERSERAH DIRI.”

Oleh karena itu, berdasarkan pada firman Allah tersebut, maka jawaban pertanyaan apa yang semestinya kita lakukan jika usia kita sudah mencapai ≥ 40 tahun, adalah sebagai berikut:
1) mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita dan kepada kedua orang tua kita;
2) berbuat amal soleh yang diridhoi-Nya;
3) memberikan kebaikan bagi anak-cucu;
4) bertaubat kepada-Nya; dan
5) berserah diri kepada-Nya.

…Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya…

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati. Supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(Q.S. Al ‘Ashr: 1-3).

Demikian, mudah-mudahan kita TIDAK termasuk ke dalam golongan orang-orang yang benar-benar dalam kerugian dan benar-benar menyesal di hari kemudian…Amin YRA.

“A man is not old until regrets take the place of dreams”.
(Manusia tidak menjadi tua sampai penyesalan menggantikan impiannya).
Mark Twain, dalam suratnya kepada Edward L. Dimmitt, tertanggal 19 Juli tahun 1901.

“Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami.

Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami.

Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami.

Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan

Dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan”.

Amin Ya Rabbal Alamin.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: