My Nuclear Family


Tuhan mempersatukan kami sebagai pasangan istri dan suami dalam sebuah ikatan pernikahan pada tanggal 29 Januari 1994. Ibarat kapal yang berlayar, tujuan pelayaran kami dalam pernikahan ini adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah (tenang), mawaddah (penuh cinta) dan rahmah (kasih sayang).

Allah SWT berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. ar-Rum [30] : 21)

Selain itu, pernikahan tentunya adalah sebagai proses untuk melanjutkan keberlangsungan generasi keturunan (keluarga) secara khusus dan manusia secara universal.

Seperti yang Allah SWT firmankan:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. al-Hujurat (49) : 13).

Suami tercinta:
Harfan Muzannif, lahir pada tanggal 23 Juli, putra kedua seorang guru dan juga kepala sekolah Madrasah Aliyah Negri (Bapak Hadi Sunarto dan Ibu Siti Maemunah). Suami memiliki 2 saudara kandung yang semuanya laki-laki (Harwal Masyhuda dan Haikal Muzawwim). Saya sangat bersyukur memiliki suami yang sangat baik dan sangat bertanggung jawab serta mampu menjadi imam bagi keluarga. Suami bagiku adalah pelindung, kekasih, sahabat sekaligus mitra, dan tentunya ayah bagi anak-anakku.

Allah SWT berfirman:
“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka)”. (Q.S. Al-Nisa’[4]: 34).

Pernikahan kami Alhamdulillah dikaruniai dan diamanahi 3 (tiga) cahaya mata: 2 (dua) anak perempuan dan 1 (satu) anak laki-laki.

Cahaya mata pertama:
Hannisa Arina Zahra (Mba Ica), lahir pada tanggal 11 Januari 1995. Hannisa berasal dari kata Hanni (singkatan nama Harfan dan Reni) dan annisa artinya anak perempuan. Arina berarti mudah-mudahan (doa), dan Zahra berarti cantik. Secara keseluruhan arti nama putri pertama kami adalah Anak perempuan Harfan dan Reni yang mudah-mudahan memiliki kecantikan (lahir dan batin).

Cahaya mata kedua:
Hannifa Arina Fikrunnisa (Mba Ina), lahir pada tanggal 28 September 1997. Hannifa berasal dari kata Hanni (singkatan nama Harfan dan Reni) dan juga Hanif yang artinya lemah lembut. Arina berarti mudah-mudahan (doa), dan Fikrunnisa yang artinya Fikr (fikir) dan annisa (perempuan). Secara lengkap arti nama putri kedua kami adalah Anak perempuan Harfan dan Reni yang lemah lembut yang mudah-mudahan menjadi perempuan yang pandai menggunakan akal pikirnya.

Cahaya mata ketiga:
Hamzah Rajwaa Abdillah (Mas Anang- singkatan dari ‘Anak lanang’), lahir pada tanggal 16 September 2006 Hamzah berasal dari nama seorang sahabat nabi yang menjadi panglima perang yang gagah berani dengan julukan “Singa Padang Pasir”. Rajwaa berarti mudah-mudahan (doa), dan Abdillah berarti hamba Allah. Secara keseluruhan arti nama putra kami ketiga adalah Hamba Allah yang mudah-mudahan seperti Hamzah sahabat Rasulullah yang gagah berani berjuang membela agama Allah.

Kapal rumah tangga sudah kami layarkan, perjalanan menjadi sangat menyenangkan, keluarga yang sakinah (tenang), mawaddah (penuh cinta) dan rahmah (kasih sayang) terus diupayakan. Mudah-mudahan Tuhan meridhoi pelayaran kami. Allahuma Amin…

Doa yang bisa dipanjatkan:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta (mahabbah) hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya. Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan iman dan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah hati-hati kami ini dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu. Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”.

“Ya Allah akhirilah semua urusan kami dengan keberhasilan dan selamatkanlah kami dari kehinaan dunia dan akhirat”.

“Ya Allah jadikanlah pendengaran, pandangan dan kekuatan kami menyenangi jalan petunjuk-Mu, dan jadikanlah hawa nafsu (keinginan) kami patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasih-Mu Muhammad Saw.

“Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu sebaik-baik sesuatu yang dimohon oleh Nabi-Mu Muhammad Saw, dan kami berlindung diri kepada-Mu dari sejelek-jelek sesuatu yang Nabi-Mu Muhammad Saw. mohon perlindungan kepada-Mu. Engkau adalah Zat yang pantas dimintai pertolongan dan hanya kepada-Mulah segala keluhan selayaknya dikemukakan. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali atas pertolongan Allah” (HR. Al-Tarmidzi).

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Engkaulah yang patut mengabulkan doa. Limpahkanlah solawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad Saw serta kepada para keluarga dan sahabatnya”.

Walhamdulillahi Rabbil’Alamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: