My Parents

IBU dan BAPAK adalah orang yang paling berhak dihormati diantara manusia.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.: Seorang lelaki menemui Rasulullah SAW. dan berkata:”Ya Rasulullah! Siapakah orang yang harus paling kuhormati?”

Nabi SAW. bersabda, “Ibumu.”

Laki-laki itu berkata, “Siapakah setelah ibuku?”

Nabi SAW. bersabda, “Ibumu”.

Laki-laki itu berkata, “Siapa lagi setelah ibuku?”

Nabi SAW. bersabda, “Ibumu”.

Laki-laki itu berkata, “Lalu siapa sesudahnya?”

Nabi SAW. bersabda, “Ayahmu.” (8: 2- Shahih Al-Bukhari)

Alhamdulillah bersyukur dan terimakasih tiada terhingga untuk ibu dan bapak tercinta…sosok yang memang tak tergantikan…

Bersama mereka begitu banyak pelajaran hidup dan kehidupan yang bisa dibawa sebagai bekal tumbuh kita menjadi pribadi dewasa…

SOSOK IBU

Ibu adalah putri keempat dari sebelas putra dan putri seorang pengusaha/saudagar batik (A. Zarkasyi) di sebuah desa bernama Watubarut di daerah Kebumen, Jawa Tengah, lahir pada tanggal 24 September 1942.

Menginjak dewasa beliau sekolah ke Yogyakarta sampai mendapatkan gelar sarjana muda Ekonominya di UII. Sebelum selesai Sarjananya beliau menikah dengan tambatan hatinya, kemudian memutuskan untuk menjadi istri setia dan ibu rumah tangga di kota kecil yang sejuk dan damai..Purwokerto.

Sejak kecil ibu punya prinsip yang kuat (mungkin karena pengaruh dari ibu beliau yang putri seorang kyai)…anak-anak harus mendapatkan pendidikan dasar agama yang kuat…semua di sekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah selama 6 tahun.…selanjutnya ketika menginjak SMP dan SMA anak-anak dibebaskan memilih sekolah favorit masing-masing yang tentunya tidak lepas dari pengarahan ibu tercinta juga.

Selalu ingat bagaimana konsistensi dan komitmen ibu untuk bisa berbagi dan mengajarkan ilmu (terutama agama) buat sebanyak-banyak orang. Ibu mengajar ngaji di masjid-masjid atau mushola-mushola…mulai dari masjid kampus, masjid/mushola di kampung dekat perumahan dan masjid/mushola di luar kampung…

Selalu banyak mahasiswa/i datang silih berganti ke rumah untuk ebrtemu dan berdiskusi dengan ibu karena ibu adalah sosok ibu dan sekaligus teman yang enak diajak berdiskusi.

…sholat…mengaji…dzikir..sampai..i’tikafpun…dicontohkannya kepada kami..

Terimakasih Ibu…meskipun engkau tidak bersama-sama kami lagi (wafat 3 Oktober 1996)…Engkau adalah Ibu teladan kami …

Begitu dalam cintaku padamu Ibu….

Tanpamu aku tak mungkin dilahirkan…

Tanpamu hidupku tidak akan berproses terus menuju arah yang sempurna…

Ibu…engkau telah banyak berkorban demi mengantarkan kebahagiaan (dunia dan akhirat) anak-anakmu…

Mudah-mudahan Allah memberi balasan yang sebaik-baiknya atas didikan ibu padaku dan pahala yang besar atas kasih sayang yang ibu limpahkan padaku, dan mudah-mudahan Allah memelihara ibu sebagaimana ibu memeliharaku….Amin Ya Rabbal Alamin.

SOSOK BAPAK

Bapak adalah putra kedua dari lima putra dan putri seorang petani dan guru (R. Padmowiyoto) di sebuah desa bernama Maos di daerah Cilacap, Jawa Tengah, lahir pada tanggal 12 Oktober 1939.

Menginjak dewasa beliau sekolah ke Yogyakarta sampai mendapatkan gelar sarjana Ekonominya di UGM. Beliau kemudian memilih berkarir sebagai dosen di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

Ketika saya SMP, beliau melanjutkan S2 di Fakultas Ekonomi UGM juga, dan ketika beliau melanjutkan S3 nya, saya ingat betul dengan 6 anak perempuannya yang mulai tumbuh remaja di Purwokerto, perhatian moril dan materiil adalah sebuah keharusan…oleh karena itu akhirnya Bapak memutuskan untuk tidak melanjutkan studi S3 nya demi pertumbuhan 6 anak perempuannya tercinta…

Terimakasih Bapak…Engkau adalah Bapak teladan kami, bekerja dengan keras, mencari rejeki yang halal untuk keperluan kami dan untuk keperluan pendidikan kami…hingga kami bisa menjadi mandiri menghadapi hidup dan kehidupan kami masing-masing.

DOA, SAYANG, DAN BAKTI UNTUK IBU DAN BAPAK TERCINTA:

Segala puji bagi Allah yang telah memerintah kami untuk bersyukur dan berbuat baik kepada ibu dan bapak dan berwasiat agar kami menyayangi mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik kami sewaktu kecil”

“Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami. Ampuni, rahmati dan ridhoilah mereka”

“Ya Allah ampunilah mereka dengan ampunan yang menyeluruh yang dapat menghapus dosa-dosa mereka yang lampau dan perbuatan buruk yang terus menerus mungkin mereka lakukan”

“Ya Allah berbuat baiklah kepada mereka sebanyak kebaikan mereka kepada kami setelah dilipatgandakan, dan pandanglah mereka dengan pandangan kasih sayang sebagaimana mereka dahulu memandang kami”

“Ya Allah berilah mereka hak rububiyah-Mu yang telah mereka sia-siakan karena sibuk mendidik kami”

“Ya Allah maafkanlah segala kekurangan mereka dalam mengabdi kepada-Mu karena mengutamakan kami dan maafkanlah mereka atas segala syubhat yang mereka jalani dalam usaha untuk menghidupi kami”

Amin Ya Rabbal Alamin.

2 responses

22 05 2010
Anita Triana

Amin Ya rabba Alamin..

8 11 2012
sri kuati

Amin Ya Robbal alamin…… semoga kita bisa meniru semua kebaikan beliau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: