My Sisters

Salah satu hal yang saya merasa unik atau berbeda dengan dengan yang lainnya adalah karena saya mempunyai saudara kandung (sebanyak 5 orang) yang semuanya perempuan.

Bagi saya 6 (enam) anak perempuan adalah anugrah terindah yang Allah berikan kepada Bapak dan Ibu tercinta sebagai bentuk kasih sayang-Nya.

Nabi SAW bersabda:
“Barang siapa yang mengasuh dua anak perempuannya hingga dewasa, maka pada hari kiamat kelak aku akan bersama orang itu bagaikan dua jemari ini”. Beliau mendempetkan jemarinya” (HR. Muslim).

Barang siapa yang diuji dengan anak-anak perempuan kemudian dia dapat mengasuhnya dengan baik, maka anak-anak perempuannya itu menjadi tirai baginya dari api neraka”. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Allahuma Amin…

SOSOK PERTAMA
Retno Widuri (Mba Uwi) adalah kakak saya persis yang lahir pada tanggal 5 Juli. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi UNSOED, mba Uwi memilih selain menjadi ibu rumah tangga (dengan 3 putra dan 1 putrinya) juga menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah.

SOSOK KEDUA
Tri Esti Masita (Itong) adalah adik saya persis, lahir pada 14 Nopember. Sama seperti kakak-kakaknya setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi UNSOED selain memilih sebagai ibu rumah tangga (dengan 1 putri dan 2 putranya), Itong juga memilih untuk menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto, Jawa Tengah.

SOSOK KETIGA
Lily Respati (Lili) adalah adik saya nomor 4 (empat) yang lahir pada 29 April. Setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Pertanian UPN, Lili juga memilih bukan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga (dengan 1 putri dan 2 putranya) tetapi juga mengabdi sebagai pegawai negri di Departemen Pertanian Pemkab Purwokerto, Jawa Tengah.

SOSOK KEEMPAT
Juwarin Pancawati (Ririn) adalah adik saya nomor 5 (lima). Setelah menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Pertanian IPB, sama seperti lima empat kakak di atasnya, selain memilih untuk menjadi ibu rumah tangga (dengan 1 putri dan 2 putranya), Ririn juga memilih untuk menjadi dosen di Fakultas Pertanian Universitas Tirtayasa, Serang, Banten, Jawa Barat.

SOSOK KELIMA
Asri Suryani (Cici) adalah adik terkecil saya. Berbeda dengan semua kakak-kakaknya Cici setelah menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Perikanan IPB memilih untuk menjadi istri setia dan ibu rumah tangga saja (dengan 1 putranya).

Satu hal lucu ketika kami pada masa-masa sekolah (SMP-SMA) bersama-sama di Purwokerto, rumah kami yang kebetulan berada di dalam kampus sering didatangi banyak mahasiswi yang menanyakan apakah mereka bisa ikut kost…he..he…wajar saja habis kepadatan lalu lintas keluar masuk kami anak-anak sekolah cukup terlihat jelas apalagi pada pagi hari..

Ibu dan Bapak mendidik kami sebagai anak perempuan untuk bisa mandiri, memiliki tanggungjawab dan menjadi sholihah.

“Kalian adalah penggembala (pemimpin) dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Seorang penguasa adalah pemimpin. Seorang suami adalah pemimpin atas seluruh anggota rumahnya. Seorang istri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya. Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian”. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

“Dunia adalah harta kekayaan, dan harta kekayaan dunia yang terbaik adalah perempuan yang sholihah”. (HR. Muslim).

Selepas Madrasah Ibtidaiyah (SD) kami sudah diminta untuk bisa mengelola jatah keuangan kami selama satu bulan. Selepas SMP hadiah sepeda motor diberikan dengan kepercayaan digunakan untuk keperluan kegiatan sekolah. He..he…tapi dasar masa muda penuh ceria dan petualangan.. masih ingat betul…sepeda motor tidak hanya untuk kegiatan sekolah tapi juga untuk pergi sampai ke luar kota…ke rumah teman atau saudara….

Ketika Bapak melanjutkan sekolah di Yogyakarta, kami semakin dituntut menjadi perempuan-perempuan yang mandiri. Ibu dengan 6 anak perempuannya…wuiih mesti merepotkan kalau kami jadi anak-anak yang manja…

Bukan hal luar biasa kalau kami juga bisa mengganti genteng yang rusak di atas atap …he..he…apalagi sejak kecil naik pohon adalah kesukaan kami. Kami pernah punya dua pohon di depan rumah (pohon jambu biji dan belimbing) yang dahannya merambat sampai ke atas genteng. Hal biasa kalau kalau musim berbuah tiba, kami makan buah di atas genteng. Uuuuuupsss…masih ingat betul gara-gara hoby naik pohon, tangan kiri saya pernah patah dan harus digips selama beberapa bulan. Kejadian tersebut terjadi ketika saya masih duduk di bangku TK (taman kanak-kanak)….he..he…he..ada-ada saja…lha wong pohon papaya ya kok dinaiki…@#*!.

Bersedia untuk berbagi diantara kami juga diajarkan Ibu dan Bapak, termasuk diantaranya berbagi pekerjaan rumah…hmmm nyapu dan ngepel itu bagian yang saya suka. Ibu mengajarkan kepada kami setiap kita melakukan pekerjaan hendaklah dengan ikhlas dan senang…kata Ibu: “..sambil kita bekerja daripada diam selalu diiringi dengan dzikir…jadi selain pekerjaan beres dzikir juga diperoleh”.

Seperti yang Allah SWT firmankan, “Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah”. (Q.S. Al A’raf [7]: 205).

Firman Allah SWT yang lain, “(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang, orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah”. (Q.S. Shad [38]: 18).

Berlaku adil pelajaran yang dicontohkan juga kepada kami. Satu contoh, dulu kami pernah menempati rumah yang di depannya terbentang sawah yang cukup luas. Di depan rumah terdapat tanah kosong yang memisahkan rumah kami dengan sawah tersebut. Kala itu Bapak punya inisiatif untuk membuatkan kami rumah-rumahan panggung beratapkan jerami. Sebagai variasi dibuatkan juga kolam dengan batu-batu besar di sekitarnya sebagai pemanis. Bapak meminta dari setiap kami untuk memilih satu batu yang paling kami suka…apa yang kemudian Bapak lakukan? Pada setiap batu yang sudah kami pilih Bapak tuliskan masing-masing nama kami di permukaan batu tersebut dengan sebelumnya mengecat seluruh permukaan batu tersebut dengan warna yang paling kami sukai….Subhanallah…Allahu Akbar…

Firman Allah SWT, “Dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”. (QS. Al Hujurat [49]:9).

Firman Allah SWT yang lain, “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan”. (QS Al-Nahl [16]: 90).

Dituturkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ashr r.a (yang) berkata (bahwasannya) Rasulullah SAW bersabda:
“Sungguh, orang-orang yang berlaku adil kelak di sisi Allah berada di atas mimbar dari cahaya. Mereka adalah orang-orang yang melaksanakan keadilan dalam memberikan hukuman kepada keluarga mereka dan rakyat yang mereka perintah” (HR. Muslim).

Mudah-mudahan kami bisa menjadi putri-putri Ibu dan Bapak seperti apa yang mereka berdua dambakan.

Doa yang bisa dipanjatkan:

“Ya Allah, sungguh saya mohon petunjuk, takwa, keterpeliharaan kehormatan diri, dan kekayaan kepada-Mu”. (HR. Muslim)

“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan pokok penghidupanku. Perbaikilah duniaku yang di dalamnya aku mencari penghidupanku. Perbaikilah akhiratku yang di dalamnya merupakan tempat aku kembali. Dan, jadikanlah hidup ini untuk menambah segala kebajikan bagi diriku dan jadikanlah akhirat sebagai tempat peristirahatan bagi diriku dari segala keburukan” (HR. Muslim).

“Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari kiamat)”. (Q.S. Ibrahim [14]: 41).

Amin Ya Rabbal Alamin.

2 responses

7 06 2010
hindun nurhayati

assalamualaikum ibu

saya senang sekali bc artikel2 ibu..,bs memberikan semangat dan u dapat berubah lbh baik lagi….

8 06 2010
rrosari

Waalaikumsalam mba hindun,
Alhamdulillah…mudah-mudahan kita bisa menjadi manusia yang bisa memberi lebih banyak manfaat bagi sebanyak-banyak manusia yang lain….amin YRA. …Bukankah itu yang kita inginkan???…InsyaAllah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: